pengertian dan tujuan produksi

Hay guys… Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang produksi. Produksi biasanya sering didengar dalam bidang industri dan bidang kewirausahaan. Produksi yang saya maksud  adalah produksi yang menyangkut kewirausahaan. Yang saya akan bahas dari pengertian produksi, tujuannya, jenis – jenis produksi, biaya produksi, dan jenis proses produksi. Langsung saja ya, saya akan mengulik sedikit yang mengenai produksi :

1.     Pengertian Produksi
            Pengertian produksi adalah usaha manusia untuk menghasilkan atau mengubah barang atau jasa menjadi barang atau jasa lain yang berguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu, produksi dapat pula diartikan sebagai kegiatan manusai yang menghasilkan atau menambah kegunaan barang atau jasa, baik langsung maupun tidak langsung, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pihak atau orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.
 Suatu proses produksi dapat menambah nilai guna dan ekonomi barang atau jasa kerena beberapa hal berikut ini ini :
1. Ada usaha menciptakan jasa pemindahan barang/ jasa. Contoh : kereta api memiliki nilai guna bila telah mengangkut barang-barang dari satu kota ke kota lain.
2. Ada usaha pengubahan bentuk yang lebih baik. Contoh : sebuah kapas dipintal menjadi benang kemudian menjadi kain.
3. Ada jangka waktu pemakaian. Contoh : sebuah payung dan jas hujan berguna ketika hujan.
4. Ada perubahan zaman. Contoh : manusia zaman dahulu berpakaian seadanya yang terbuat dari kulit binatang atau kulit kayu, sedangkan manusia masa kini berpakaian lengkap berbahan katun atau bahan lainnya.

Ø  Tujuan produksi
Tujuan kegiatan produksi antara lain :
1. mempertinggi manfaat barang dan jasa.
2. Mengubah bentuk barang atau jasa.
3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat.
4. Memenuhi kebutuhan masyarakat.
5. Memperluas kesempatan bekerja.
6. Meningkatkan modal usaha.
7. Memperoleh keuntungan yang maksimum
Selain itu, dalam kegiatan produksi, penyedia faktor produksi akan mendapat balas jasa seperti :
1. Pemilik faktor sumber daya alam berupa tanah akan mendapatkan  sewa tanah
2. Pemilik faktor tenaga kerja akan menerima upah atau gaji
3. Pemilik modal atau investor akan menerima bunga
4. Para pengusaha akan menerima laba atau keuntungan

Ø  Jenis-jenis produksi
Berikut  ini adalah beberapa jenis produksi, yaitu :
1. Produksi di bidang ekstraktif, yaitu usaha mengambil, menggali, atau mengumpulkan barang atau bahan dari alam secara langsung. Contoh : petani karet yang mengolah hasil kebun karet; nelayan yang menangkap ikan di laut; atau penambang yang mengambil hasil tambang atau mineral.
2. Produksi di bidang agraris, yaitu usaha mengolah tanah hingga menghasilkan sesuatu. Contoh : petani yang mengolah tanah untuk dijadikan sawah.
3. Produksi di barang industri, yaitu usaha mengolah bahan baku atau bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh : industri tekstil atau garmen yang mengubah kapas menjadi benang kemudian dipintal, atau industri makanan yang mengolah kacang kedelai menjadi tempe atau tahu.
4. Produksi di bidang perdagangan, yaitu usaha menjual barang-barang jadi yang siap untuk dikonsumsi tanpa melalui proses produksi. Contoh : toko kelontong, agen koran, dan supermarket.
5. Produksi di bidang jasa, yaitu usaha menjual jasa kepada pihak yang memerlukan bantuan jasanya. Contoh : jasa bank, pos, transportasi, dan asuransi.

Ø  Proses Produksi
            Proses Produksi - Proses produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa. Ada proses produksi membutuhkan waktu yang lama, misalnya dalam pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, dan pembuatan kapal serta lain-lainnya. Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda-beda ada yang sebentar, misalnya pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain. Tetapi, ada juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya oleh konsumen, misalnya pentas hiburan, pijat dan produksi lain-lainnya.

Ø  Jenis Proses Produksi
a. Proses Produksi Pendek, adalah proses produksi yang pendek atau cepat dan langsung dalam menghasilkan barang atau jasa yang dapat dinikmati konsumen. Contohnya adalah proses produksi makanan, seperti pisang goreng, bakwan, singkong goreng. dan lain-lain.
b. Proses Produksi Panjang, adalah proses produksi yang memakan waktu lama. Contohnya adalah proses produksi menanam padi dan membuat rumah.
c. Proses Terus Menerus/Kontinu, adalah proses produksi yang mengolah bahan-bahan secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai menjadi suatu barang jadi. Jadi bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin secara terus-menerus untuk menjadi suatu barang jadi. Contohnya adalah proses memproduksi gula, kertas, karet, dan lain-lain
d. Proses Produksi Berselingan/Intermitten, adalah proses produksi yang mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkan menjadi barang jadi. Seperti, proses produksi mobil dimana bagian-bagian mobil dibuat secara terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain. Setelah semua bagian dari mobil tersebut selesai atau lengkap maka selanjutnya bagian-bagian mobil tersebut digabungkan menjadi mobil.

Ø  Biaya Produksi
Biaya produksi adalah sebagian keseluruhan faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk. Dalam kegiatan perusahaan, biaya produksi dihitung berdasarkan jumlah produk yang siap dijual. Biaya produksi sering disebut ongkos produksi. Berdasarkan definisi tersebut, pengertian biaya produksi adalah keseluruhan biaya yang dikorbankan untuk menghasilkan produk hingga produk itu sampai di pasar, atau sampai ke tangan konsumen.
1. Komponen Biaya Produksi
Berdasarkan komponen yang menyusunnya, biaya produksi meliputi unsur-unsur:
(a) bahan baku atau bahan dasar, termasuk bahan setengah jadi;
(b) bahan-bahan pembantu atau bahan penolong;
(c) upah tenaga kerja tidak terdidik dan tenaga kerja terdidik;
(d) penyusutan peralatan produksi;
(e) bunga modal;
(f ) sewa (gedung atau peralatan yang lain);
(g) biaya pemasaran, seperti biaya penelitian dan analisis pasar produk, biaya angkutan dan pengiriman, dan biaya reklame atau iklan;
(h) pajak perusahaan.


            Hanya itu yang saya dapat sampaikan dan yang dapat saya paparkan, semoga bermanfaat bagi anda yang telah membaca. Jika akan kritik dan saran yang ingin anda sampaikan silahkan komentarnya di bawah, mungkin dengan komentar anda blog/ halamann/ web saya kedepan akan semakin baik dan sempurna. Terima kasih J .

0 Response to "pengertian dan tujuan produksi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel