pengertian dan tujuan produksi
Sunday, July 23, 2017
Add Comment
Hay
guys… Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang produksi. Produksi biasanya
sering didengar dalam bidang industri dan bidang kewirausahaan. Produksi yang
saya maksud adalah produksi yang
menyangkut kewirausahaan. Yang saya akan bahas dari pengertian produksi,
tujuannya, jenis – jenis produksi, biaya produksi, dan jenis proses produksi.
Langsung saja ya, saya akan mengulik sedikit yang mengenai produksi :
1.
Pengertian
Produksi
Pengertian
produksi adalah usaha manusia untuk menghasilkan atau mengubah barang atau jasa
menjadi barang atau jasa lain yang berguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain itu, produksi dapat pula diartikan sebagai kegiatan manusai yang
menghasilkan atau menambah kegunaan barang atau jasa, baik langsung maupun
tidak langsung, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pihak atau orang yang
melakukan kegiatan produksi disebut produsen.
Suatu proses produksi dapat menambah nilai
guna dan ekonomi barang atau jasa kerena beberapa hal berikut ini ini :
1.
Ada usaha menciptakan jasa pemindahan barang/ jasa. Contoh : kereta api
memiliki nilai guna bila telah mengangkut barang-barang dari satu kota ke kota
lain.
2.
Ada usaha pengubahan bentuk yang lebih baik. Contoh : sebuah kapas dipintal
menjadi benang kemudian menjadi kain.
3.
Ada jangka waktu pemakaian. Contoh : sebuah payung dan jas hujan berguna ketika
hujan.
4.
Ada perubahan zaman. Contoh : manusia zaman dahulu berpakaian seadanya yang
terbuat dari kulit binatang atau kulit kayu, sedangkan manusia masa kini
berpakaian lengkap berbahan katun atau bahan lainnya.
Ø Tujuan produksi
Tujuan
kegiatan produksi antara lain :
1.
mempertinggi manfaat barang dan jasa.
2.
Mengubah bentuk barang atau jasa.
3.
Meningkatkan kemakmuran masyarakat.
4.
Memenuhi kebutuhan masyarakat.
5.
Memperluas kesempatan bekerja.
6.
Meningkatkan modal usaha.
7.
Memperoleh keuntungan yang maksimum
Selain
itu, dalam kegiatan produksi, penyedia faktor produksi akan mendapat balas jasa
seperti :
1.
Pemilik faktor sumber daya alam berupa tanah akan mendapatkan sewa tanah
2.
Pemilik faktor tenaga kerja akan menerima upah atau gaji
3.
Pemilik modal atau investor akan menerima bunga
4.
Para pengusaha akan menerima laba atau keuntungan
Ø Jenis-jenis produksi
Berikut ini adalah beberapa jenis produksi, yaitu :
1.
Produksi di bidang ekstraktif, yaitu usaha mengambil, menggali, atau
mengumpulkan barang atau bahan dari alam secara langsung. Contoh : petani karet
yang mengolah hasil kebun karet; nelayan yang menangkap ikan di laut; atau
penambang yang mengambil hasil tambang atau mineral.
2.
Produksi di bidang agraris, yaitu usaha mengolah tanah hingga menghasilkan
sesuatu. Contoh : petani yang mengolah tanah untuk dijadikan sawah.
3.
Produksi di barang industri, yaitu usaha mengolah bahan baku atau bahan mentah
menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh : industri tekstil atau
garmen yang mengubah kapas menjadi benang kemudian dipintal, atau industri
makanan yang mengolah kacang kedelai menjadi tempe atau tahu.
4.
Produksi di bidang perdagangan, yaitu usaha menjual barang-barang jadi yang
siap untuk dikonsumsi tanpa melalui proses produksi. Contoh : toko kelontong,
agen koran, dan supermarket.
5.
Produksi di bidang jasa, yaitu usaha menjual jasa kepada pihak yang memerlukan
bantuan jasanya. Contoh : jasa bank, pos, transportasi, dan asuransi.
Ø Proses Produksi
Proses Produksi - Proses produksi
adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa. Ada
proses produksi membutuhkan waktu yang lama, misalnya dalam pembuatan gedung
pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, dan pembuatan kapal serta
lain-lainnya. Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda-beda ada
yang sebentar, misalnya pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain.
Tetapi, ada juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya oleh
konsumen, misalnya pentas hiburan, pijat dan produksi lain-lainnya.
Ø Jenis Proses Produksi
a.
Proses Produksi Pendek, adalah proses produksi yang pendek atau cepat dan
langsung dalam menghasilkan barang atau jasa yang dapat dinikmati konsumen.
Contohnya adalah proses produksi makanan, seperti pisang goreng, bakwan,
singkong goreng. dan lain-lain.
b.
Proses Produksi Panjang, adalah proses produksi yang memakan waktu lama.
Contohnya adalah proses produksi menanam padi dan membuat rumah.
c.
Proses Terus Menerus/Kontinu, adalah proses produksi yang mengolah bahan-bahan
secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai menjadi suatu
barang jadi. Jadi bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin secara
terus-menerus untuk menjadi suatu barang jadi. Contohnya adalah proses
memproduksi gula, kertas, karet, dan lain-lain
d.
Proses Produksi Berselingan/Intermitten, adalah proses produksi yang mengolah
bahan-bahan dengan cara menggabungkan menjadi barang jadi. Seperti, proses
produksi mobil dimana bagian-bagian mobil dibuat secara terpisah, mulai dari
kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain. Setelah semua bagian dari
mobil tersebut selesai atau lengkap maka selanjutnya bagian-bagian mobil
tersebut digabungkan menjadi mobil.
Ø Biaya Produksi
Biaya
produksi adalah sebagian keseluruhan faktor produksi yang dikorbankan dalam
proses produksi untuk menghasilkan produk. Dalam kegiatan perusahaan, biaya
produksi dihitung berdasarkan jumlah produk yang siap dijual. Biaya produksi
sering disebut ongkos produksi. Berdasarkan definisi tersebut, pengertian biaya
produksi adalah keseluruhan biaya yang dikorbankan untuk menghasilkan produk
hingga produk itu sampai di pasar, atau sampai ke tangan konsumen.
1.
Komponen Biaya Produksi
Berdasarkan
komponen yang menyusunnya, biaya produksi meliputi unsur-unsur:
(a)
bahan baku atau bahan dasar, termasuk bahan setengah jadi;
(b)
bahan-bahan pembantu atau bahan penolong;
(c)
upah tenaga kerja tidak terdidik dan tenaga kerja terdidik;
(d)
penyusutan peralatan produksi;
(e)
bunga modal;
(f )
sewa (gedung atau peralatan yang lain);
(g)
biaya pemasaran, seperti biaya penelitian dan analisis pasar produk, biaya
angkutan dan pengiriman, dan biaya reklame atau iklan;
(h)
pajak perusahaan.
Hanya itu yang saya dapat sampaikan
dan yang dapat saya paparkan, semoga bermanfaat bagi anda yang telah membaca.
Jika akan kritik dan saran yang ingin anda sampaikan silahkan komentarnya di
bawah, mungkin dengan komentar anda blog/ halamann/ web saya kedepan akan
semakin baik dan sempurna. Terima kasih J .
0 Response to "pengertian dan tujuan produksi"
Post a Comment